Rabu, 14 September 2011

Pengusaha Muda Dukung Repatriasi Modal


Eksportir diharapkan memarkir hasil ekspor di bank-bank dalam negeri.
Rabu, 14 September 2011, 06:52 WIB
Arfi Bambani Amri, Sukirno

Erwin Aksa (VIVAnews/Anda Nurlaila)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Pengusaha muda mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan kebijakan repatriasi modal yang akan mewajibkan para eksportir menyimpan dana hasil ekspornya di perbankan lokal untuk mengamankan perekonomian serta meningkatkan jumlah devisa.

"Kalau kita punya idealisme, [disimpan] paling lama enam bulan para pengusaha pasti mau. Rupiah kita bisa stabil kalau devisa kita banyak," kata Erwin Aksa, di sela-sela acara Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Umum HIPMI Periode 2011-2014 di hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa, 13 September 2011.

Ekspor yang dilakukan dari Indonesia, kata Erwin, adalah produk-produk yang tidak memiliki nilai tambah dan produk itu dapat dipastikan diproduksi di Indonesia. "Tergantung kita mengelolanya, harusnya di 'parkir' dulu di dalam negeri atau disimpan di dalam negeri," kata dia.

Pemerintah, lanjut Erwin diharapkan bersikap tegas untuk memberlakukan regulasi ini. Erwin menuturkan dirinya telah menyarankan pemerintah untuk memberlakukan regulasi itu sejak 2008 lalu, namun tidak mendapatkan respons.

Kemudian, lanjut Erwin, jika nantinya regulasi ini sudah dijalankan, akan wajar saja jika tidak semua pengusaha mematuhinya tetapi sebaiknya pemerintah lebih tegas. "Kita minta semua hasil ekspor, tapi biasalah pengusaha ada juga yang nggak mau," tutur Erwin.

Menurut Erwin, Bank Indonesia (BI) sudah bagus berinisiatif dalam repatriasi ini. Namun, dia berharap, pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Perdagangan juga mendukung kebijakan ini. "Kebijakan ekspor-impor kan di Menteri Perdagangan, saya nggak yakin," katanya.

Menurut Erwin, repatriasi modal sangat bermanfaat bagi Indonesia. Dia mencontohkan, perusahaan pertambangan milik Amerika Serikat, Freeport, Keuntungan yang diperolehnya dari ekspor hasil pertambangan di Papua besar sekali.  "Akan bagus untuk Indonesia jika hasil ekspornya disimpan di dalam negeri."

Bagi eksportir, lanjutnya, tidak perlu khawatir karena komoditas Indonesia sangat dibutuhkan di luar negeri. "Kita sering cengeng saja, saya yakin bisa kok, saya juga ekspor, yang penting bank-bank dalam negeri memberikan pelayanan," tuturnya.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar